Senin, 20 Oktober 2014

Tak Sejalan

TAK SEJALAN


Seperti tersambar petir disiang bolong, aku tertegung melihat mereka sedang adu cekcok. Entah apa yang mereka permasalahkan, sudah beberapa hari ini mereka tanpa berbicara satu sama lain. Aku yang sebagai anak mereka hanya bingung melihat mereka seperti itu . Seolah ingin tahu apa yang mereka perdebatkan, namun tak hayal mulutku berkata. Aku yang hanya terdiam melihat mereka, kemudian aku berfikir apa ini semua akibat perbuatan dan perkataanku. Kemudian ku beranikan diri untuk menanyakan kepada mereka, setelah mereka memberikan penjelasannya. Aku seperti tertimpa batuan yang sangat besar sampai tubuhkupun tak dapat menerimanya. Pernah suatu ketika ku bermmpi mereka berdua akan bercerai, dan mimpi itu pun menjadi kenyataan mereka akan benar – benar  bercerai. Setelah itupun aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Setelah mereka bercerai tak hayal masalah itupun selesai, kemudian timbul masalah baru lagi yang tak kalah hebatnya. Mereka merebutkan hak asuh akan diriku, sebab aku adalah anak satu satunya mereka. Mereka selalu berkata “nak, mau tinggal sama papa atau mama “ namun diriku tak berani memberikan jawabannya. Aku bingun sekali memilih diantara merka berdua, jika aku memilih papa aku akan dibilang anak durhaka karena tidak memilih mama begitupun sebaliknya. Ditekan sana – sini akupun semakin stress, kemudian aku mengambil keputusan yang tak seharunsnya ku lakukan yaitu mengakhiri hidupku sebab aku tak tahan kereka yang selalu bertengkar. Entah apa mereka menyesali atau tidak perbuatan yang mereka lakukan, yang terpenting aku sudah bebas dari derita ini.

Kesimpulan dari penggalan cerita diatas bahwa kita sebagai orangtua harus memperhatikan apa akibat dari perbuatan yang mereka lakukan, jangan memaksakan egonya masing – masing. Dalam suatu hubungan harus ada saling mengerti satu sama lainnya. Memang tidak semudah itu melakukannya namun setidaknya kita memaksakan kehendak kita, sebab seorang yang terlalu memaksakan kehendak mereka adalah seorang yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar